Unknown Pleasures
Background Illustrations provided by: http://edison.rutgers.edu/

oke itulah pengalaman gue, yep gue disebelah kiri bersama 3 mahasiswa Kimia UKI yang bisa dibilang tidak suka berpikir namun memiliki jiwa berjuang yang besar

muka gue masih asik-asik aja, ga kaya sekarang penuh dilema karena gagal lolos sbmptn

Gunung pangrango

entah apa yg gw pikirin karena cuaca yang sedang kacrut, jas hujan ketinggalan di kandang badak, dan keadaan badan yang nyaris kena hipotermia

untungnya puncak sedikit lagi, dan ada sedikit bensin penyemangat melihat nenek2 kakek2 di puncak pangrango.

memang gue ga melihat lautan awan, atau pemandangan nikmat lainnya. tapi menaiki puncak dan berdiri di puncak, perasaan itu yang tidak bisa dijelaskan kepada orang-orang

Manusia Memuja Kekosongan

Filosofi sudah mati. Seperti tuhan. Manusia hanya memuja kekosongan.

The “feel-good” teachings, anyone can do it. But can any one do it?

Sudah harusnya dibuat aplikasi “barang siapa…, ia akan …” meme generator ala kata-kata oracle seperti yesus, konfusius, dll. Titik-titiknya isi sendiri. Toh para oracles tersebut sadar dan tertawa manusia begitu bodohnya sampe manggut-manggut denger kata-kata kosong mereka.

“Barang siapa hidup oleh pedang, dia akan mati oleh pedang.” Ini pepatah terkenal dr salah satu oracle. Kesannya heboh, keren. Padahal kalo mau dipikir-pikir lebih jauh, kata-kata tersebut biasa banget. Orang seperti Steve Irwin ya matinya lewat profesi dia. Kemungkinannya kecil banget dia mati di atas ring tinju.

Sebaliknya, akan improbable kalo seorang seperti Michael Jackson matinya bukan karena overdose, tapi pas lagi snorkeling. Oracles seperti yesus, confucius, yang bikin peradaban jadi susah maju. Kita dibuat berpikir gak semua orang bisa seperti mereka. Padahal mereka cuma wordsmith, perangkai kata-kata. Gak lebih dari kita.

Wisdom is overrated.

(Sumber : Agamajinasi)

Reblogged from dangerousforyou  193,863 notes

One day you’re going to see her holding hands with someone who took your chance. She won’t even notice you because she’s too busy laughing with the stupid jokes he makes. And it will burn your heart seeing that beautiful smile on her face and realizing that you’re not the reason anymore. And then it will finally hit you: it was her, it was always her. By (via c-oquetry)